What's New Here?

    Bacaan : Rom 16, 3-9.16.22-27
    Membaca bacaan dari surat Paulus kepada orang di Roma, langsung terasa betapa sapaan yang dialamatkan kepada orang-orang yang disebutkan dengan nama adalah sapaan yang akrab penuh rasa kekeluargaan. Dan memang demikianlah yang tersurat. Yang langsung saya dan anda pikirkan tentu sebuah pertanyaan, bagaimana mungkin Paulus yang adalah seorang ahli Kitab Suci menjadi begitu rendah hati dan mengakui betapa banyak orang yang berperan dalam karya pewartaannya.

    Paulus menghargai secara detail setiap sumbangan orang-orang ini dalam karyanya. Dan hal ini hanya terjadi karena Paulus merasa dirinya ditransformasikan sepenuhnya oleh Kristus. Kristuslah yang telah menyediakan baginya banyak orang, yang dalam pewartaan khabar gembira telah menjadi rekan sekerja, yang mempertaruhkan hidup dan nyawa bagi kelangsungan pewartaan khabar gembira. Itulah sebabnya dalam Paulus muncul kegembiraan yang sangat besar karena orang-orang yang dikarunikan Tuhan kepadanya. Paulus, seorang rasul yang agung, secara rendah hati mengakui betapa saudara-saudarinya seiman adalah anugerah Tuhan baginya dalam pelayanannya.

    Bagi kita penghayatan Paulus ini adalah sebuah undangan untuk tak pernah mengabaikan setiap uluran tangan, setiap bentuk campurtangan dan derita dalam kaitan dengan pewartaan khabar gembira. Keberhasilan apapun yang kita raih sesungguhnya adalah sebuah karya bersama dengan tuntunan Roh ALlah yang menggerakkan begitu banyak hati dan kehendak untuk mengambil bahagian.

    Kiranya kita semua seperti Paulus masih mampu mengapresiasi keterlibatan rekan kerja dalam pelayanan kita. Dan tak lupa mendoakan mereka. Amin.

    Rasul Paulus yang Rendah Hati

    Posted by Unknown No comments

    Bacaan : Rom 16, 3-9.16.22-27
    Membaca bacaan dari surat Paulus kepada orang di Roma, langsung terasa betapa sapaan yang dialamatkan kepada orang-orang yang disebutkan dengan nama adalah sapaan yang akrab penuh rasa kekeluargaan. Dan memang demikianlah yang tersurat. Yang langsung saya dan anda pikirkan tentu sebuah pertanyaan, bagaimana mungkin Paulus yang adalah seorang ahli Kitab Suci menjadi begitu rendah hati dan mengakui betapa banyak orang yang berperan dalam karya pewartaannya.

    Paulus menghargai secara detail setiap sumbangan orang-orang ini dalam karyanya. Dan hal ini hanya terjadi karena Paulus merasa dirinya ditransformasikan sepenuhnya oleh Kristus. Kristuslah yang telah menyediakan baginya banyak orang, yang dalam pewartaan khabar gembira telah menjadi rekan sekerja, yang mempertaruhkan hidup dan nyawa bagi kelangsungan pewartaan khabar gembira. Itulah sebabnya dalam Paulus muncul kegembiraan yang sangat besar karena orang-orang yang dikarunikan Tuhan kepadanya. Paulus, seorang rasul yang agung, secara rendah hati mengakui betapa saudara-saudarinya seiman adalah anugerah Tuhan baginya dalam pelayanannya.

    Bagi kita penghayatan Paulus ini adalah sebuah undangan untuk tak pernah mengabaikan setiap uluran tangan, setiap bentuk campurtangan dan derita dalam kaitan dengan pewartaan khabar gembira. Keberhasilan apapun yang kita raih sesungguhnya adalah sebuah karya bersama dengan tuntunan Roh ALlah yang menggerakkan begitu banyak hati dan kehendak untuk mengambil bahagian.

    Kiranya kita semua seperti Paulus masih mampu mengapresiasi keterlibatan rekan kerja dalam pelayanan kita. Dan tak lupa mendoakan mereka. Amin.

    “… aku percaya … akan Yesus Kristus,
    … yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
    disalibkan, wafat dan dimakamkan …”

    oleh: P. Gregorius Kaha, SVD

    Setelah seorang Irene Handono, yang mengaku mantan biarawati Katolik itu memberi kesaksian dengan menyudutkan agama Kristen, kini muncul lagi ustadz Drs H. Wakhid Rosyd Lasiman, yang mengklaim pernah menjadi misionaris Katolik di lingkungan pulau Jawa ini, melancarkan serangan yang tak tangung-tangung; bahwa Yesus beragama Islam. Dalam bukunya “Yesus Beragama Islam”, dia menulis: “ternyata ketika saya teliti, tidak ada satu kata pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus beragama Katolik atau Protestan.” Sesudah membuat perbandingan dengan caranya, dia mengatakan Yesus adalah muslim sejati yang melaksanakan kalimat syahadat. Dia bukan Tuhan, tetapi hanya utusan (bdk. Tabloid Sabda: sarana kerukunan antar umat beragama, Jkrt/agustus'05-hal 4).

    Banyak pihak memprediksi kesaksian ini akan menggoncangkan iman orang Kristen, tetapi ternyata gagal; kesaksian ini terasa lucu dan sangat dangkal. Mengapa? Karena banyak hal yang melatarbelakangi kesaksian itu nampaknya dipaksakan dan ayat-ayat Kitab Suci yang digunakan juga kontradiktif dengan kesaksiannya sendiri. Ayat yang dikutip terkesan ngawur dan asal comot (tak perlu saya memberi contoh nanti terlalu panjang dan membias). Saya cenderung melihat kesaksian ini dari sisi Injil hari ini, yakni tentang pertanyaan Yesus: “Kata orang siapakah Aku ini?”

    Mungkin pertama-tama sebaiknya kita menentukan dulu sikap atas kesaksian tadi: dari dulu sampai sekarang tantangan yang dihadapi pengikut-pengikut Kristus tidak pemah berhenti. Umumnya kalau kesaksian itu lahir dari nurani yang bersih dia akan bertahan; tetapi kalau lahir dengan maksud-maksud tertentu, dia akan pupus dan hilang bersamaan dengan waktu. Walau demikian, ada baiknya kalau kita memakai semuanya itu sebagai sarana atau peluang untuk memperteguh iman; peluang untuk berusaha lebih mengenal siapa itu Yesus bagi kehidupan tiap-tiap kita.

    Seandainya orang bertanya kepada saya, Yesus beragama apa? Saya akan menjawab dengan tegas: “Yesus bukan beragama Katolik, bukan beragama Protestan, bukan juga Islam; Dia tidak berdiri di balik sebuah agama. Kekristenan muncul sebagai buah dari inspirasi hidup dan ajaran Yesus. Keyakinan bahwa Yesus adalah Kebenaran dan Hidup menumbuhkan komunitas Kristiani dan gerak hidup mereka ini diterangi oleh Roh Kudus. Yesus bahkan pernah berjanji: “Jangan takut, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.”

    Menarik: Yesus tidak bertanya apa kata Kitab tentang Aku, tetapi apa kata orang / apa katamu tentang Aku?

    Kalau kita rujuk pada Kitab Suci, berita atau nubuat tentang Yesus Kristus sudah ada sejak dari awal. Dia yang adalah “Tunas Kehidupan: yang ada sejak dari awal dunia” ini memang berinkarnasi mengambil rupa seperti manusia kecuali dalam hal dosa. Dia dari kaum anawim - bukan orang mapan; Dia datang dari desa Nazareth wilayah Galilea. Nazareth sendiri bagi orang Yahudi merupakan kota yang tidak diperhitungkan; begitu juga Galilea bagi mereka hanyalah daerah orang-orang kafir, yang tidak terlalu paham hukum agama. Dari sisi politik, Galilea adalah daerah yang menderita akibat penjajah. Maka gagasan Yesus sebagai “pembebas dan penyelamat” sangat kuat hidup dalam alam pikiran bangsa ini. Dalam Perjanjian Baru, penginjil melukiskan Yesus sebagai orang yang penuh belas kasih. Dia memiliki visi hidup yang jelas dan tegas serta tidak kompromi pada kejahatan. Bagi Yesus, hidup dan karya-Nya adalah pertanggung-jawaban pada perutusan Allah; dan karena Allah adalah kasih maka jalan yang dipilih Yesus bukan jalan kekerasan, tetapi jalan kasih. Dalam kehidupan keagamaan, Yesus bukan orang yang sangat menekankan pelaksanaan hukum secara buta. Dengan cara hidup dan ajaran-Nya, Yesus mau mengantar orang di jalan kebenaran dan hidup. Dan jalan itu bisa terwujud kalau orang memiliki hubungan pribadi dengan Allah dan berjuang mewujudkan relasi kasih dengan sesama.

    Dalam syahadat iman, kita mengamini bahwa Yesus itu menderita dan wafat karena hukuman di masa Pontius Pilatus. Ini bukan berarti Yesus bersalah maka dihukum, tetapi menunjuk pada unsur historis bahwa Yesus bukan tokoh imaginatif, bukan bohong-bohongan; Yesus sungguh-sungguh ada dan hidup. Di zaman Pontius Pilatus itulah Dia menderita dan disalibkan.

    Maka sebetulnya Kitab Suci sudah dengan sangat jelas mengungkapkan siapa itu Yesus bagi dunia. Tetapi yang dikehendaki pengenalan akan Yesus bukan sampai pada pengetahuan kitab; bukan sampai pada slogan atau informasi, tetapi harus sampai pada “hati yang beriman”. Kualitas pengenalan terletak pada relasi / pengalaman pribadi dengan Yesus, bukan jiplakan dari kata orang. Hati yang beriman itu akan melahirkan sifat dan sikap iman yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

    Engkau adalah Mesias, Anak Allah Yang Hidup

    Jawaban Petrus ini lahir dari pengalaman pribadinya dengan Yesus. Petrus tidak terpengaruh oleh apa yang dikatakan orang tentang Yesus, malahan dia menggunakan itu sebagai sarana memurnikan keyakinannya. Dapatkah seorang pengikut Kristus menggunakan tantangan dan kesulitan iman sebagai sebuah kesempatan untuk mempertajam keyakinannya? Atau mungkin kita begitu mudah goncang karena tantangan dalam bentuk pertanyaan, kritik dan gugatan atas iman kita?

    Jawaban Petrus yang mewakili para murid membuktikan bahwa iman itu harus dipertanggung-jawabkan dalam hidup sehari-hari. “Seperti tubuh tanpa roh adalah mati demikian iman tanpa perbuatan adalah mati.” Kita sudah dengar banyak tentang siapa itu Yesus, sekarang apa yang kita sendiri katakan tentang DIA? Mudah-mudahan jawaban kita tidak jauh dari jawaban Petrus: “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup!” Berkah Dalem

    Sumber. Indocell.com

    Siapa sih Yesus itu?

    Posted by Unknown No comments

    “… aku percaya … akan Yesus Kristus,
    … yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
    disalibkan, wafat dan dimakamkan …”

    oleh: P. Gregorius Kaha, SVD

    Setelah seorang Irene Handono, yang mengaku mantan biarawati Katolik itu memberi kesaksian dengan menyudutkan agama Kristen, kini muncul lagi ustadz Drs H. Wakhid Rosyd Lasiman, yang mengklaim pernah menjadi misionaris Katolik di lingkungan pulau Jawa ini, melancarkan serangan yang tak tangung-tangung; bahwa Yesus beragama Islam. Dalam bukunya “Yesus Beragama Islam”, dia menulis: “ternyata ketika saya teliti, tidak ada satu kata pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus beragama Katolik atau Protestan.” Sesudah membuat perbandingan dengan caranya, dia mengatakan Yesus adalah muslim sejati yang melaksanakan kalimat syahadat. Dia bukan Tuhan, tetapi hanya utusan (bdk. Tabloid Sabda: sarana kerukunan antar umat beragama, Jkrt/agustus'05-hal 4).

    Banyak pihak memprediksi kesaksian ini akan menggoncangkan iman orang Kristen, tetapi ternyata gagal; kesaksian ini terasa lucu dan sangat dangkal. Mengapa? Karena banyak hal yang melatarbelakangi kesaksian itu nampaknya dipaksakan dan ayat-ayat Kitab Suci yang digunakan juga kontradiktif dengan kesaksiannya sendiri. Ayat yang dikutip terkesan ngawur dan asal comot (tak perlu saya memberi contoh nanti terlalu panjang dan membias). Saya cenderung melihat kesaksian ini dari sisi Injil hari ini, yakni tentang pertanyaan Yesus: “Kata orang siapakah Aku ini?”

    Mungkin pertama-tama sebaiknya kita menentukan dulu sikap atas kesaksian tadi: dari dulu sampai sekarang tantangan yang dihadapi pengikut-pengikut Kristus tidak pemah berhenti. Umumnya kalau kesaksian itu lahir dari nurani yang bersih dia akan bertahan; tetapi kalau lahir dengan maksud-maksud tertentu, dia akan pupus dan hilang bersamaan dengan waktu. Walau demikian, ada baiknya kalau kita memakai semuanya itu sebagai sarana atau peluang untuk memperteguh iman; peluang untuk berusaha lebih mengenal siapa itu Yesus bagi kehidupan tiap-tiap kita.

    Seandainya orang bertanya kepada saya, Yesus beragama apa? Saya akan menjawab dengan tegas: “Yesus bukan beragama Katolik, bukan beragama Protestan, bukan juga Islam; Dia tidak berdiri di balik sebuah agama. Kekristenan muncul sebagai buah dari inspirasi hidup dan ajaran Yesus. Keyakinan bahwa Yesus adalah Kebenaran dan Hidup menumbuhkan komunitas Kristiani dan gerak hidup mereka ini diterangi oleh Roh Kudus. Yesus bahkan pernah berjanji: “Jangan takut, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.”

    Menarik: Yesus tidak bertanya apa kata Kitab tentang Aku, tetapi apa kata orang / apa katamu tentang Aku?

    Kalau kita rujuk pada Kitab Suci, berita atau nubuat tentang Yesus Kristus sudah ada sejak dari awal. Dia yang adalah “Tunas Kehidupan: yang ada sejak dari awal dunia” ini memang berinkarnasi mengambil rupa seperti manusia kecuali dalam hal dosa. Dia dari kaum anawim - bukan orang mapan; Dia datang dari desa Nazareth wilayah Galilea. Nazareth sendiri bagi orang Yahudi merupakan kota yang tidak diperhitungkan; begitu juga Galilea bagi mereka hanyalah daerah orang-orang kafir, yang tidak terlalu paham hukum agama. Dari sisi politik, Galilea adalah daerah yang menderita akibat penjajah. Maka gagasan Yesus sebagai “pembebas dan penyelamat” sangat kuat hidup dalam alam pikiran bangsa ini. Dalam Perjanjian Baru, penginjil melukiskan Yesus sebagai orang yang penuh belas kasih. Dia memiliki visi hidup yang jelas dan tegas serta tidak kompromi pada kejahatan. Bagi Yesus, hidup dan karya-Nya adalah pertanggung-jawaban pada perutusan Allah; dan karena Allah adalah kasih maka jalan yang dipilih Yesus bukan jalan kekerasan, tetapi jalan kasih. Dalam kehidupan keagamaan, Yesus bukan orang yang sangat menekankan pelaksanaan hukum secara buta. Dengan cara hidup dan ajaran-Nya, Yesus mau mengantar orang di jalan kebenaran dan hidup. Dan jalan itu bisa terwujud kalau orang memiliki hubungan pribadi dengan Allah dan berjuang mewujudkan relasi kasih dengan sesama.

    Dalam syahadat iman, kita mengamini bahwa Yesus itu menderita dan wafat karena hukuman di masa Pontius Pilatus. Ini bukan berarti Yesus bersalah maka dihukum, tetapi menunjuk pada unsur historis bahwa Yesus bukan tokoh imaginatif, bukan bohong-bohongan; Yesus sungguh-sungguh ada dan hidup. Di zaman Pontius Pilatus itulah Dia menderita dan disalibkan.

    Maka sebetulnya Kitab Suci sudah dengan sangat jelas mengungkapkan siapa itu Yesus bagi dunia. Tetapi yang dikehendaki pengenalan akan Yesus bukan sampai pada pengetahuan kitab; bukan sampai pada slogan atau informasi, tetapi harus sampai pada “hati yang beriman”. Kualitas pengenalan terletak pada relasi / pengalaman pribadi dengan Yesus, bukan jiplakan dari kata orang. Hati yang beriman itu akan melahirkan sifat dan sikap iman yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

    Engkau adalah Mesias, Anak Allah Yang Hidup

    Jawaban Petrus ini lahir dari pengalaman pribadinya dengan Yesus. Petrus tidak terpengaruh oleh apa yang dikatakan orang tentang Yesus, malahan dia menggunakan itu sebagai sarana memurnikan keyakinannya. Dapatkah seorang pengikut Kristus menggunakan tantangan dan kesulitan iman sebagai sebuah kesempatan untuk mempertajam keyakinannya? Atau mungkin kita begitu mudah goncang karena tantangan dalam bentuk pertanyaan, kritik dan gugatan atas iman kita?

    Jawaban Petrus yang mewakili para murid membuktikan bahwa iman itu harus dipertanggung-jawabkan dalam hidup sehari-hari. “Seperti tubuh tanpa roh adalah mati demikian iman tanpa perbuatan adalah mati.” Kita sudah dengar banyak tentang siapa itu Yesus, sekarang apa yang kita sendiri katakan tentang DIA? Mudah-mudahan jawaban kita tidak jauh dari jawaban Petrus: “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup!” Berkah Dalem

    Sumber. Indocell.com

    Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
    Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

    Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

    Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

    Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

    Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

    Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

    ============================================

    Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

    Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

    Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

    Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita. Berkah Dalem

    Kebiasaan yang Diulang

    Posted by Unknown No comments

    Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
    Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

    Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

    Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

    Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

    Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

    Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

    ============================================

    Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

    Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

    Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

    Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita. Berkah Dalem

    Siapa yang tidak ingin sukses dalam hidupnya. Semua orang menginginkannya, walaupun sukses dalam hidup seseorang tidak selalu sama. Tapi, siapa yang tidak setuju bahwa sukses adalah ketika Anda mendapatkan apa yang Anda mau dan impikan? Tapi bagaimana mendapatkannya?

    Semakin dewasa, manusia semakin banyak mengeluh. Pekerjaan, urusan rumah, hubungan cinta dengan kekasih atau mungkin suami atau istri, keuangan dan masalah orang dewasa lainnya tentu sudah tentu menjadi hal yang banyak dikeluhkan. Masih kurang, belum juga puas, begitulah sifat manusia. Sudah dapat satu hal, masih ingin hal lainnya. Sebenarnya ini bagus untuk perkembangan diri asal digunakan dengan tepat dan tidak sembarangan. Ada sebuah kisah, sederhana namun mungkin akan mengubah pikiran Anda yang sedang mengeluh.

    Adalah sebuah reuni, di mana beberapa pria ini berkumpul dan saling bercerita kehidupan masing-masing. Namanya manusia, awal cerita kemudian berakhir dengan keluhan. Ada yang mengeluh karena gaji yang tidak cukup, ada yang mengeluh karena istri marah-marah, ada juga yang mengeluh karena pekerjaan yang membuat lelah tiada henti, ah manusia.

    Hingga akhirnya, seorang masuk ke dalam dan kembali dengan beberapa cangkir, ada yang bagus, ada yang sederhana dan satu poci penuh kopi. Karena haus, mereka segera menuang kopi di cangkir pilihan masing-masing. Kemudian, si pembawa kopi berkata, " ini adalah cerminan kalian, cangkir yang kalian bawa." Semua yang sedang asyik meminum kopi merasa heran dan tidak mengerti.

    " Tidakkah kalian sadar bahwa yang tersisa hanya gelas plastik biasa yang sederhana, sedangkan semua cangkir dan gelas mahal dan cantik sudah kalian ambil semua?" ujar si pembawa kopi.

    "Kalian akan saling melihat cangkir satu sama lain dan mulai membandingkan apakah cangkir Anda sudah yang terbaik atau tidak. Sekarang, pikirkan hal ini : hidup kalian adalah kopi ini, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi di lingkungan adalah cangkirnya. Sadarkah kalian bahwa cangkir ini hanya sebuah alat yang mewadahi hidup. " lanjut si pembawa kopi.

    "Apa saja jenis cangkir yang kalian miliki, tidak menentukan apakah kualitas hidup berubah atau tidak. Kadang, kita terlalu fokus memilih cangkir mana yang paling baik, sehingga gagal menikmati kopinya. "

    Ada sebuah kutipan yang cocok untuk kisah sederhana ini, bahwa orang yang paling bahagia itu tidak memiliki segala yang terbaik di hidupnya, tapi menjadikan segala yang dimilikinya menjadi terbaik. Sebenarnya, apa yang ada di dunia tidak akan ada habisnya jika dikejar. Yang tidak benar adalah ketika kita malah fokus pada mengejar apa yang kita belum miliki tapi mengabaikan yang sudah diberikan, hidup kita.

    Karena itu sahabat Yesus, ada baiknya jika mulai dari sekarang kita belajar untuk menghargai, bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Dengan begitu, kita tidak akan lagi berteman dengan keluh kesah. Aminb

    Terus Bersyukur

    Posted by Unknown No comments

    Siapa yang tidak ingin sukses dalam hidupnya. Semua orang menginginkannya, walaupun sukses dalam hidup seseorang tidak selalu sama. Tapi, siapa yang tidak setuju bahwa sukses adalah ketika Anda mendapatkan apa yang Anda mau dan impikan? Tapi bagaimana mendapatkannya?

    Semakin dewasa, manusia semakin banyak mengeluh. Pekerjaan, urusan rumah, hubungan cinta dengan kekasih atau mungkin suami atau istri, keuangan dan masalah orang dewasa lainnya tentu sudah tentu menjadi hal yang banyak dikeluhkan. Masih kurang, belum juga puas, begitulah sifat manusia. Sudah dapat satu hal, masih ingin hal lainnya. Sebenarnya ini bagus untuk perkembangan diri asal digunakan dengan tepat dan tidak sembarangan. Ada sebuah kisah, sederhana namun mungkin akan mengubah pikiran Anda yang sedang mengeluh.

    Adalah sebuah reuni, di mana beberapa pria ini berkumpul dan saling bercerita kehidupan masing-masing. Namanya manusia, awal cerita kemudian berakhir dengan keluhan. Ada yang mengeluh karena gaji yang tidak cukup, ada yang mengeluh karena istri marah-marah, ada juga yang mengeluh karena pekerjaan yang membuat lelah tiada henti, ah manusia.

    Hingga akhirnya, seorang masuk ke dalam dan kembali dengan beberapa cangkir, ada yang bagus, ada yang sederhana dan satu poci penuh kopi. Karena haus, mereka segera menuang kopi di cangkir pilihan masing-masing. Kemudian, si pembawa kopi berkata, " ini adalah cerminan kalian, cangkir yang kalian bawa." Semua yang sedang asyik meminum kopi merasa heran dan tidak mengerti.

    " Tidakkah kalian sadar bahwa yang tersisa hanya gelas plastik biasa yang sederhana, sedangkan semua cangkir dan gelas mahal dan cantik sudah kalian ambil semua?" ujar si pembawa kopi.

    "Kalian akan saling melihat cangkir satu sama lain dan mulai membandingkan apakah cangkir Anda sudah yang terbaik atau tidak. Sekarang, pikirkan hal ini : hidup kalian adalah kopi ini, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi di lingkungan adalah cangkirnya. Sadarkah kalian bahwa cangkir ini hanya sebuah alat yang mewadahi hidup. " lanjut si pembawa kopi.

    "Apa saja jenis cangkir yang kalian miliki, tidak menentukan apakah kualitas hidup berubah atau tidak. Kadang, kita terlalu fokus memilih cangkir mana yang paling baik, sehingga gagal menikmati kopinya. "

    Ada sebuah kutipan yang cocok untuk kisah sederhana ini, bahwa orang yang paling bahagia itu tidak memiliki segala yang terbaik di hidupnya, tapi menjadikan segala yang dimilikinya menjadi terbaik. Sebenarnya, apa yang ada di dunia tidak akan ada habisnya jika dikejar. Yang tidak benar adalah ketika kita malah fokus pada mengejar apa yang kita belum miliki tapi mengabaikan yang sudah diberikan, hidup kita.

    Karena itu sahabat Yesus, ada baiknya jika mulai dari sekarang kita belajar untuk menghargai, bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Dengan begitu, kita tidak akan lagi berteman dengan keluh kesah. Aminb

    Didepan gerbang suatu jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk disitu sambil memainkan biola nya yang sudah usang.

    Didepannya terletak kaleng kosong yang diharapkannya orang-orang yang lalu lalang merasa iba terhadapnya, dan melalui musik biola-nya, orang-orang akan memberinya sedikit uang.
    Begitulah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap harinya.

    Pada suatu hari, seseorang yang berpakaian sedikit rapih, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak, dan berkata "tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!".

    Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Sepertinya ada rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.

    Pendatang tersebut mengambil biola tersebut, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus ditangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut.

    Begitu merdunya lagu dan bagusnya permaina biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut.

    Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terimakasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya "Paganini".

    Semua orang terdiam, seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan.

    Jika anda seorang public figure orang terkenal atau kaya raya. Anda dapat juga melakukan hal sama untuk orang orang lemah yang butuh bantuan nyata anda. Berkah dalem

    BERSERAH

    Posted by Unknown No comments

    Didepan gerbang suatu jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk disitu sambil memainkan biola nya yang sudah usang.

    Didepannya terletak kaleng kosong yang diharapkannya orang-orang yang lalu lalang merasa iba terhadapnya, dan melalui musik biola-nya, orang-orang akan memberinya sedikit uang.
    Begitulah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap harinya.

    Pada suatu hari, seseorang yang berpakaian sedikit rapih, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak, dan berkata "tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!".

    Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Sepertinya ada rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.

    Pendatang tersebut mengambil biola tersebut, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus ditangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut.

    Begitu merdunya lagu dan bagusnya permaina biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut.

    Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terimakasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya "Paganini".

    Semua orang terdiam, seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan.

    Jika anda seorang public figure orang terkenal atau kaya raya. Anda dapat juga melakukan hal sama untuk orang orang lemah yang butuh bantuan nyata anda. Berkah dalem

    Kami tampilkan lagi cerita cerita inspirasi motivasi yang menggugah dan membangun. Biar semua orang bisa merasakan energy positif dari membaca cerita-cerita kami. Dan tiap hari kita menjadi lebih peka dan dewasa dalam bertindak dan bersikap.

    Seorang pria berumur 92 tahun yang memiliki selera tinggi, selalu percaya diri, bangga akan dirinya sendiri, selalu berpakaian rapi setiap harinya, dengan rambutnya putihnya yang selalu tertata rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berusia 70 tahun baru saja meninggal, dan mereka tidak pernah memiliki anak, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

    Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis saat seorang petugas memberitahukan bahwa kamarnya telah siap.

    Ketika dia berjalan mengikuti petunjuk jalan ke elevator, petugas itu menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil.
    " Saya menyukainya !" katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah seekor anjing dari orang tuanya.
    " Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan Anda " kata si petugas.

    " Hal itu tidak ada hubungannya " dia menjawab
    " Kebahagiaan adalah sesuatu yang kita putuskan dari awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotnya diatur, tetapi dari bagaimana aku mengatur pikiranku sendiri."

    " Aku sudah memutuskan untuk menyukai kamarku. Keputusan seperti itu jugalah yang kubuat setiap pagi setiap aku bangun dari tidurku. Untuk menyukai apapun yang Tuhan berikan padaku hari ini."
    " Aku punya sebuah pilihan, aku bisa saja menghabiskan waktuku di tempat tidur hanya untuk menyesali kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhku yang tidak berfungsi, atau aku bisa turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian lain tubuhku yang masih bisa berfungsi."

    " Setiap hari adalah hadiah, meski aku tidak bisa melihat, tapi aku masih bisa memusatkan perhatianku pada hari yang baru, dan pada semua kenangan indah dan membahagiakan yang pernah kualami dan kusimpan."
    " Hanya untuk kali ini dalam hidupku, umur yang sudah tua adalah seperti simpanan di bank, dan aku akan menikmati dari yang telah aku simpan selama ini."

    " Jadi nasehatku untukmu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita, dan berterima kasihlah pada orang-orang yang telah mengisi bank kenanganmu."

    Ingatlah 5 aturan sederhana untuk menjadi bahagia :
    1. Bebaskan hatimu dari rasa benci
    2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran
    3. Hiduplah dengan sederhana
    4. Memberi lebih banyak (give more)
    5. Jangan terlalu banyak berharap (expect less)

    Enjoy your day ..Selamat Pagi, Selamat Berkarya.

    KEBAHAGIAAN

    Posted by Unknown No comments

    Kami tampilkan lagi cerita cerita inspirasi motivasi yang menggugah dan membangun. Biar semua orang bisa merasakan energy positif dari membaca cerita-cerita kami. Dan tiap hari kita menjadi lebih peka dan dewasa dalam bertindak dan bersikap.

    Seorang pria berumur 92 tahun yang memiliki selera tinggi, selalu percaya diri, bangga akan dirinya sendiri, selalu berpakaian rapi setiap harinya, dengan rambutnya putihnya yang selalu tertata rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berusia 70 tahun baru saja meninggal, dan mereka tidak pernah memiliki anak, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

    Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis saat seorang petugas memberitahukan bahwa kamarnya telah siap.

    Ketika dia berjalan mengikuti petunjuk jalan ke elevator, petugas itu menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil.
    " Saya menyukainya !" katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah seekor anjing dari orang tuanya.
    " Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan Anda " kata si petugas.

    " Hal itu tidak ada hubungannya " dia menjawab
    " Kebahagiaan adalah sesuatu yang kita putuskan dari awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotnya diatur, tetapi dari bagaimana aku mengatur pikiranku sendiri."

    " Aku sudah memutuskan untuk menyukai kamarku. Keputusan seperti itu jugalah yang kubuat setiap pagi setiap aku bangun dari tidurku. Untuk menyukai apapun yang Tuhan berikan padaku hari ini."
    " Aku punya sebuah pilihan, aku bisa saja menghabiskan waktuku di tempat tidur hanya untuk menyesali kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhku yang tidak berfungsi, atau aku bisa turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian lain tubuhku yang masih bisa berfungsi."

    " Setiap hari adalah hadiah, meski aku tidak bisa melihat, tapi aku masih bisa memusatkan perhatianku pada hari yang baru, dan pada semua kenangan indah dan membahagiakan yang pernah kualami dan kusimpan."
    " Hanya untuk kali ini dalam hidupku, umur yang sudah tua adalah seperti simpanan di bank, dan aku akan menikmati dari yang telah aku simpan selama ini."

    " Jadi nasehatku untukmu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita, dan berterima kasihlah pada orang-orang yang telah mengisi bank kenanganmu."

    Ingatlah 5 aturan sederhana untuk menjadi bahagia :
    1. Bebaskan hatimu dari rasa benci
    2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran
    3. Hiduplah dengan sederhana
    4. Memberi lebih banyak (give more)
    5. Jangan terlalu banyak berharap (expect less)

    Enjoy your day ..Selamat Pagi, Selamat Berkarya.

    Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku, "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

    Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
    "Lihat ke sekelilingmu", kataNya.

    "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"

    "Ya", jawabku.

    Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.

    Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.

    Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat.

    Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.

    Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya.

    Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."

    "Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu."

    Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

    "Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.

    "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

    "Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.

    "Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?"Tuhan balik bertanya.

    "Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya

    "Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai."

    Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.

    Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. 


    Berkah Dalem

    BERHENTI SAJA ?

    Posted by Unknown No comments

    Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku, "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

    Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
    "Lihat ke sekelilingmu", kataNya.

    "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"

    "Ya", jawabku.

    Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.

    Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.

    Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat.

    Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.

    Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya.

    Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."

    "Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu."

    Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

    "Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.

    "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

    "Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.

    "Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?"Tuhan balik bertanya.

    "Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya

    "Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai."

    Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.

    Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. 


    Berkah Dalem

    What they says

    © 2013 SwaraMedia Online. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
    back to top